Minggu, 24 Februari 2019

BERITA 3


NAMA : WINDA ALVIONITA SIANTURI
NPM    : D1C016021

JURNALISTIK'16


Menkeu Janji Cari Solusi Tiket Pesawat

 Gambar terkait

BENGKULU– Kenaikan harga tiket pesawat mengancam ekonomi daerah. Bahkan, seluruh gubernur se-Indonesia sudah menyatakan keberatan atas kenaikan tiket pesawat secara nasional tersebut. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati berjanji akan menyelesaikan kenaikan harga tiket pesawat tersebut. 

Mengingat, kenaikan tiket pesawat itu dipengaruhi harga avtur atau bahan bakar minyak (BBM) pesawat terbang.
“Soal harga tiket pesawat, nanti akan saya bahas,” ujar Sri saat berkunjung ke Bengkulu, kemarin (22/2). Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat memang terjadi di seluruh penjuru tanah air. Bahkan, untuk mengatasi hal tersebut, presiden sudah menggelar rapat, termasuk dengan Menkeu.

Solusi awal yaitu meminta PT Pertamina sebagai penyalur tunggal avtur untuk menurunkan harga avtur. Jika tidak, pemerintah akan meminta penyalur avtur lain masuk ke Indonesia. “Nanti akan saya bahas lagi dengan Menteri Perhubungan,” imbuh Sri singkat.

Untuk diketahui, dampak kenaikan harga tiket pesawat itu mempengaruhi kamar-kamar hotel yang biasanya dihuni para wisatawan maupun orang yang mau liburan ke Bengkulu menjadi sepi. Executive Secretary dan Public Relation Hotel Santika Bengkulu, Ila Dian Luvita mengatakan, penurunan itu terlihat dari bulan Januari tahun lalu dengan bulan Januari tahun ini.”Ya, memang ada penurunan khususnya yang berwisata ke Bengkulu,” terang Dian. Untuk saat ini, Dian mengakui paling banyak tamu dari luar hanya untuk menyelesaikan tugas kedinasan di Bengkulu maupun pergi karena tugas perusahaan.

Minggu, 17 Februari 2019

BERITA 2



Nama : Winda Alvionita Sianturi
Npm    : D1CO16021
Prodi   : S1 Jurnalistik'16


Dinas Pendidikan Pastikan BSM Sampai Tanpa Potongan

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bengkulu
BENGKULU – Maraknya kasus pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di beberapa kota di Indonesia  membuat Dinas Pendidikan kota Bengkulu pastikan dana BSM sampai kepada siswa tanpa potongan pihak manapun termaksud pihak sekolah.

Fauzan selaku anggota pengelola dana BSM mengatakan bahwa jika pihak sekolah diketahui memotong dana BSM maka pihak Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti dengan membina pihak sekolah dan dana BSM yang  telah diambil harus dikembalikan pada kas daerah.
BSM sendiri merupakan program pemerintah dalam mengurangi anak-anak yang tidak dapat bersekolah dan putus sekolah. Program BSM ini diharapkan dapat membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam pendidikan dan dimasa depan dapat memutuskan rantai kemiskinan yang saat ini dialami oleh orangtuanya.

Dana BSM ini berasal dari kas APBD dan diberikan kepada siswa mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) senilai 450.000-, untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP) senilai  750.000-, dan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) kepengurusan BSM diserahkan langsung pada pemerintah provinsi. 
“Untuk periode pemberian dana BSM nya akan diberikan pertriwulan, setiap 3 bulan sekali” Terang Fauzan.

Untuk syarat mendapatkan BSM, pihak Dinas Pendidikan membutuhkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan dan Kartu Keluarga (KK) yang akan didata oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa.
“Disini akan di klarifikasi lagi datanya, sekolahnya akan di evaluasi, kalau ada siswa yang di usulkan sudah punya KIP atau PIP maka siswanya tidak boleh dapat BSM lagi. Jadi kita benar-benar pastikan dananya sampai pada orang yang tepat” Jelas Fauzan.



Sabtu, 09 Februari 2019

BERITA 1


Nama   : Winda Alvionita Sianturi
Npm    : D1C016021
Prodi   : S1-Jurnalistik’16


Pembangunan Pasar Panorama Kota Bengkulu
BENGKULU - Tatanan pasar panorama yang kini kian semrawut. Terlihat dari banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan mereka diatas trotoar.  Hal ini tentu saja menganggu para pengendara motor saat ingin memarkirkan kendaraannya(7/2)

Kondisi pasar panorama yang kian semrawut ini membuat pedagang berharap pemerintah kota laksanakan proses pembangunan. Penataan pasar panorama saat ini terbilang terbengkalai disebab pemerintah tidak tegas dalam proses penataan serta penertiban pasar.

Hal ini dibenarkan oleh ibu Erna pedagang sayuran yang berlapak di bagian dalam pasar “Saya sudah berjualan disini sejak 2003, sudah hampir 15 tahunlah” Katanya.
Menurut ibu Erna, sampai saat ini kondisi serta tatanan pasar tidak banyak mengalami perubahan. 
Ibu Erna mengaku bahwa tidak ada bayaran sewa tanah jika berjualan didalam, bahkan untuk lapak mereka berjualan, para pedagang harus membangunnya sendiri. “Gak ada bayar sewa, mungkin karna tempat jualannya buat sendiri, ini juga dibuat karna gak tahan panas kalau siang hari” Jelasnya.
“Pembeli di dalam ini gak ramai tapi gak sepi juga, saya bertahan berjualan disini karena sudah memiliki langganan saja” Jawabnya.
“Harapan kami sih, pemerintah membangun pasar ini lagi, jadi kalau pasarnya dibangun rapi, mudah-mudahan banyak pembelinya” Lanjutnya.

Berbeda dengan ibu Erna yang berjualan dibagian dalam pasar, Ibu Narti yang juga penjual sayuran lebih memilih berjualan dipinggiran trotoar.
“Kalau jual didalam kurang laku, soalnya biasanya pembelinya malas parkir, jadi kalau jual disini, dekat sama jalan, jadi mereka gak harus parkir motor” katanya saat ditanya alasan berjualan dipinggiran trotoar.
Ibu Narti mengaku takut jika petugas Satpol PP turun mengawas, ia mengaku para pedagang akan langsung mengikuti perintah petugas Satpol jika menyuruh mereka mundur dari jalanan.