Nama : Winda Alvionita Sianturi
Npm : D1C016021
Prodi : S1-Jurnalistik’16
Pembangunan
Pasar Panorama Kota Bengkulu
BENGKULU - Tatanan
pasar panorama yang kini kian semrawut. Terlihat dari banyaknya pedagang kaki
lima yang menjajakan dagangan mereka diatas trotoar. Hal ini tentu saja menganggu para pengendara
motor saat ingin memarkirkan kendaraannya(7/2)
Kondisi pasar
panorama yang kian semrawut ini membuat pedagang berharap pemerintah kota
laksanakan proses pembangunan. Penataan pasar panorama saat ini terbilang
terbengkalai disebab pemerintah tidak tegas dalam proses penataan serta
penertiban pasar.
Hal ini
dibenarkan oleh ibu Erna pedagang sayuran yang berlapak di bagian dalam pasar
“Saya sudah berjualan disini sejak 2003, sudah hampir 15 tahunlah” Katanya.
Menurut ibu
Erna, sampai saat ini kondisi serta tatanan pasar tidak banyak mengalami perubahan.
Ibu Erna mengaku bahwa tidak ada bayaran sewa tanah jika berjualan didalam, bahkan
untuk lapak mereka berjualan, para pedagang harus membangunnya sendiri. “Gak
ada bayar sewa, mungkin karna tempat jualannya buat sendiri, ini juga dibuat
karna gak tahan panas kalau siang hari” Jelasnya.
“Pembeli di
dalam ini gak ramai tapi gak sepi juga, saya bertahan berjualan disini karena
sudah memiliki langganan saja” Jawabnya.
“Harapan kami
sih, pemerintah membangun pasar ini lagi, jadi kalau pasarnya dibangun rapi,
mudah-mudahan banyak pembelinya” Lanjutnya.
Berbeda dengan
ibu Erna yang berjualan dibagian dalam pasar, Ibu Narti yang juga penjual
sayuran lebih memilih berjualan dipinggiran trotoar.
“Kalau jual
didalam kurang laku, soalnya biasanya pembelinya malas parkir, jadi kalau jual
disini, dekat sama jalan, jadi mereka gak harus parkir motor” katanya saat
ditanya alasan berjualan dipinggiran trotoar.
Ibu Narti
mengaku takut jika petugas Satpol PP turun mengawas, ia mengaku para pedagang
akan langsung mengikuti perintah petugas Satpol jika menyuruh mereka mundur
dari jalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar