Nama : Winda Alvionita Sianturi
Prodi : S1 Jurnalistik'16
BENGKULU – Maraknya
kasus pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di beberapa kota di
Indonesia membuat Dinas Pendidikan kota
Bengkulu pastikan dana BSM sampai kepada siswa tanpa potongan pihak manapun
termaksud pihak sekolah.
Fauzan selaku anggota pengelola dana BSM mengatakan bahwa jika pihak sekolah diketahui memotong dana BSM maka pihak Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti dengan membina pihak sekolah dan dana BSM yang telah diambil harus dikembalikan pada kas daerah.
BSM sendiri
merupakan program pemerintah dalam mengurangi anak-anak yang tidak dapat
bersekolah dan putus sekolah. Program BSM ini diharapkan dapat membantu siswa
memenuhi kebutuhan dalam pendidikan dan dimasa depan dapat memutuskan rantai
kemiskinan yang saat ini dialami oleh orangtuanya.
Dana BSM ini berasal dari kas APBD dan diberikan kepada siswa mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) senilai 450.000-, untuk Sekolah Menegah Pertama (SMP) senilai 750.000-, dan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) kepengurusan BSM diserahkan langsung pada pemerintah provinsi.
“Untuk periode
pemberian dana BSM nya akan diberikan pertriwulan, setiap 3 bulan sekali”
Terang Fauzan.
Untuk syarat mendapatkan BSM, pihak Dinas Pendidikan membutuhkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan dan Kartu Keluarga (KK) yang akan didata oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa.
“Disini akan di
klarifikasi lagi datanya, sekolahnya akan di evaluasi, kalau ada siswa yang di
usulkan sudah punya KIP atau PIP maka siswanya tidak boleh dapat BSM lagi. Jadi
kita benar-benar pastikan dananya sampai pada orang yang tepat” Jelas Fauzan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar